Bagian 2: Cara Meningkatkan Emotional Resilience
3.5k melihat · 1 Oktober 2021
Bagian 2: Cara Meningkatkan Emotional Resilience
Ringkasan
Setiap orang dituntut mampu memiliki Emotional Resilience atau ketahanan emosi. Ketahanan emosi adalah ketika seseorang mampu bertahan secara positif mengontrol emosi, tingkah laku, amarah, rasa sedih dan cemas berlebih ketika ada masalah yang menimpa.
Emotional Resilience bisa dikatakan manajemen emosi atau cara diri untuk menahan emosi, agar tetap bisa berpikir baik walau keadaan sedang tidak baik-baik saja. Seseorang dengan Emotional Resilience paham bagaimana mengatasi emosi.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan ketahanan resilent. Mulai dari belajar dan memahami spiritual factor, agar ketika mendapat musibah atau masalah dapat menjadi lebih kuat dengan memperbanyak ibadah. Mendapatkan social support dan empati dari orang-orang terdekat, keluarga, teman dan sahabat juga dapat menjadi sumber ketahanan emosi seseorang.
Salah satu faktor seseorang yang memiliki ketahanan emosi adalah karena memiliki role model atau panutan seperti ayah, ibu atau lingkungan keras yang membuatnya terbentuk tangguh di tengah keadaan yang berat. Seseorang yang memiliki emosi resilient tidak gampang putus asa dan selalu optimis untuk mencapai tujuan hidup.
Simak video berikut ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai Emotional Resilience. Jangan lewatkan juga kursus online gratis dalam bentuk video microlearning seputar pengembangan diri pada platform belajar online QuBisa:
- Membangun Ketahanan Emosi Menjadi Seorang Pemimpin Dikala Pandemi
- Cara Mengeluarkan Emosi Negatif dengan Positif!
- Bagian 1 : Manfaat Neuro Linguistik Programming (NLP)
Universitas Islam Malang
Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang, Jawa Timur.
0Komentar