Seimbangkan Pikiran Positif dan Negatif
3.1k melihat · 29 November 2021
Seimbangkan Pikiran Positif dan Negatif
Ringkasan
Tahukah Sobat QuBisa, ternyata dibandingkan dengan kenangan baik, seseorang mampu mengingat kenangan buruk dengan lebih kuat dan detail. Contohnya, ketika disakiti oleh seorang teman, hal baik yang telah dilakukan oleh orang tersebut sebelumnya, terasa tidak cukup untuk menutupi hal buruk yang telah dilakukannya.
Pikiran negatif adalah cara berpikir yang lebih condong pada sisi negatif dibanding sisi positif. Pikiran negatif ternyata tidak sepenuhnya merupakan hal yang buruk. Faktanya, manusia memang telah terbentuk untuk lebih memikirkan pikiran negatif. Hal tersebut merupakan sesuatu yang normal. Karena pada dasarnya, makhluk hidup mempunyai insting untuk bertahan. Insting ini kemudian menimbulkan rasa was-was terhadap bahaya yang mengancam hidup kita.
Secara evolusi, manusia juga mengandalkan insting untuk menganalisis dan mengidentifikasi kemungkinan terburuk. Dengan memiliki pikiran negatif artinya manusia bisa menjadi lebih waspada terhadap hal-hal yang terjadi di depan. Walaupun begitu, pemikiran negatif yang berlebihan juga bukan hal yang baik. Lalu, bagaimanakah cara menyeimbangkan pikiran positif dan negatif? Temukan jawabannya dengan menyaksikan video microlearning berikut pada platform belajar online QuBisa.
Untuk terus mengembangkan soft skill yang dimiliki, Sobat QuBisa juga dapat mempelajari kursus online gratis dan kursus online berbayar harga terjangkau lainnya seputar pengembangan diri, seperti berikut ini:
- Pikiran Positif Merupakan Sumber Kebahagiaan
- Karakter dan Peran Pikiran Manusia
- Pikiran Kita Laksana Benih yang Perlu Kita Rawat
Faizah Khoirunnisa
Senior Trainer Yayasan Teman Saling Berbagi
0Komentar