Unduh Aplikasi QuBisa
15 poin

Dampak Kekerasan dalam Pacaran

2.1k melihat · 9 Desember 2021

Bagikan

Dampak Kekerasan dalam Pacaran

Ringkasan

Beberapa orang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami hal ini, maka segeralah akhiri hubungan berbahaya tersebut. Kekerasan dalam pacaran terjadi karena hubungan yang tidak sehat. Selain itu, dapat menyebabkan kerugian fisik karena adanya tindak kekerasan dari pasangan.

Dampak kekerasan yang terjadi dalam abusive relationship tersebut bisa sangat merugikan diri sendiri. Kekerasan fisik seperti terjadinya pemukulan dan penganiayaan dapat mengakibatkan rambut rontok, gangguan tidur, gangguan pencernaan dan luka lebam. Bahkan, dampak terburuknya adalah penyakit seksual menular yang diakibatkan oleh seringnya pasangan melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan banyak orang yang berbeda.

Tidak hanya mengalami kerugian secara fisik, namun kamu juga bisa mengalami gangguan mental. Gangguan mental lebih berbahaya karena dapat berakibat fatal seperti saat korban kekerasan seksual mengalami depresi berat dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Selain itu, dampak kekerasan dalam pacaran juga dapat mempengaruhi finansial atau keuangan. Jika mengalami kekerasan fisik, tentu kamu harus mengeluarkan dana untuk biaya mengobati luka.

Jika sudah menyadari hubungan tidak sehat tersebut, segera akhiri dan cobalah untuk lebih mencintai diri sendiri. Lakukan hal-hal positif yang bisa membuat hidup kamu lebih bermakna dan bahagia. Salah satunya dengan mempelajari video microlearning dan kursus online gratis dengan tema pengembangan diri dan psikologi, di aplikasi belajar online QuBisa:

Instructor Tika Ayu Rachmawati

Tika Ayu Rachmawati

Psikolog, HR Trainer & Development Manager

Tika Ayu Rachmawati is a Psychologist, HR Trainer, and Development Manager with strong expertise in psychological assessment, recruitment, and employee development. She is skilled in administering and interpreting various psychological tests, conducting BEI-based interviews, and preparing competency-based assessment reports for selection, potential review, and promotion.
Lihat Profil >

0Komentar

no profile