Unduh Aplikasi QuBisa
15 poin

Cara Menghadapi Orang yang Sedang Berkabung

2.4k melihat · 15 November 2021

Bagikan

Cara Menghadapi Orang yang Sedang Berkabung

Ringkasan

Stage of grief yang dialami pada masa berkabung setelah kepergian orang tercinta, membutuhkan waktu yang berbeda satu sama lainnya. Ada orang yang butuh waktu sebentar hanya hitungan bulan, cepat menerima keadaan. Namun ada juga yang tidak kuat menghadapinya hingga butuh waktu bertahun-tahun.

 

Umumnya yang cepat pulih adalah orang-orang yang cepat menerima keadaan. Menguatkan diri dan hati untuk bangkit bahwa hidup terus berjalan, masa depan masih panjang, dan anak-anak butuh figur untuk menguatkan, menghibur dan mengantar ke masa depan. Berduka itu pasti, tapi hidup harus terus diperjuangkan.

 

Single mom yang butuh waktu lama untuk mengikhlaskan kepergian suaminya dikarenakan perasaan marah, kesepian dan kecewa yang dirasakan begitu dalam. Rasa duka yang mendalam tak jarang membuat stress hingga depresi. Perasaan depresi adalah hilangnya motivasi dan semangat dalam diri dan hilangnya harapan hingga menimbulkan sakit fisik atau psikosomatis. Seseorang yang mengalami depresi membutuhkan dukungan keluarga dan penanganan profesional baik psikolog maupun psikiater.

 

Cara menghadapi orang yang sedang berduka adalah dengan memberikan kekuatan dan support sistem dari orang terdekat, buktikan bahwa masih banyak orang-orang yang menyayanginya sepenuh hati, bukan hanya lewat kata-kata.

 

Di bawah ini adalah rekomendasi video microlearning dan kursus online gratis lainnya seputar kesehatan mental dan pengembangan diri yang dapat dipelajari pada platform belajar online QuBisa:

 

 

 

Instructor Gita Ayu Puspita, M.Psi, Psikolog

Gita Ayu Puspita, M.Psi, Psikolog

Psikolog & Founder Akusara Psychology Consultant

Gita Ayu Puspita is a Psychologist and the Founder of Akusara Psychology Consultant. She is passionate about promoting mental well-being and personal growth through science-based, empathetic psychological services tailored to individual and organizational needs.
Lihat Profil >

0Komentar

no profile