Alasan Kenapa Kita Suka Membandingkan Diri
3.8k melihat · 22 Desember 2021
Alasan Kenapa Kita Suka Membandingkan Diri
Ringkasan
Social comparison atau membandingkan diri dengan orang lain hampir pernah dilakukan oleh semua orang. Bahkan sebenarnya asal muasal perbandingan ini sudah tumbuh sejak kecil dalam lingkup keluarga. Rasa iri, merasa kurang, dan penyakit mental dapat menjadi akibat dari kegiatan ini. Lantas, mengapa orang melakukan hal ini?
Ini Alasan Anda Suka Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain
Mendambakan Kesempurnaan
Banyak orang selalu mendambakan kesempurnaan tanpa cela, kekurangan atau kesalahan. Karenanya, manusia selalu berusaha untuk sempurna, bahkan ketika menilai diri sendiri. Kemudian Anda mencari kesempurnaan pada orang lain yang menurut Anda lebih baik agar Anda selalu bisa membandingkan apa yang sedang terjadi.
Tapi tidak ada yang sempurna di dunia ini. Bahkan Tuhan selalu menciptakan segala hal beriringan antara kelemahan dan kelebihan. Sadari bahwa kesempurnaan bukan milik Anda saja di dunia. Mendorong diri untuk mencapai titik teratas dan menghindari kekurangan memang perlu, namun jangan buat diri Anda hanya fokus menjadi sempurna.
Membandingkan Kehidupan di Dunia Maya
Kehidupan di dunia maya hanyalah sebagian kecil dari kehidupan nyata seseorang. Kini Anda memang hidup di era serba update. Namun, tanpa disadari Anda cenderung melihat orang lain dari postingan mereka.
Ketika orang lain mengunggah foto jalan-jalan, makan enak dan liburan, Anda berasumsi bahwa hidup mereka pasti bahagia dan membandingkan hidup Anda dengan mereka. Padahal, tidak ada yang pernah tahu masalah hidup orang lain sebenarnya seperti apa. Terlalu terobsesi pada unggahan sosial media bisa menjadi faktor munculnya kebiasaan membandingkan diri.
Menganggap Kehidupan Anda Lebih Buruk
Dalam hidup, selalu ada orang yang lebih besar dan lebih baik dari Anda. Itulah kenapa, Anda tidak harus bersaing dengan mereka. Anda perlu memaksimalkan potensi diri untuk menjadi orang yang lebih baik. Namun bukan selalu ingin mengalahkan mereka.
Hal ini membuat timbulnya pertanyaan, “Mengapa orang lain selalu lebih baik?” Sehingga Anda akan terus-terusan membandingkan diri. Anda bisa menjadi orang yang menganggap hidup Anda lebih buruk. Ingatlah semua orang diberikan berkah sendiri dan rezeki yang berbeda-beda.
Tidak Cukup Bersyukur
Jika Anda mencari tahu apa alasan utama kenapa suka membandingkan diri, mungkin ini jawabannya. Salah satu faktor utama adalah kurang bersyukur. Kurangnya rasa syukur bisa menjadi penyakit mental dan hati.
Anda akan jauh dari bahagia. Padahal, hidup Anda akan tenang, tentram dan bahagia ketika Anda bersyukur. Sekecil apapun nikmat yang Tuhan berikan, Anda harus mensyukurinya. Coba implementasikan bersyukur dengan baik dan rasakan kenikmatan dan kenyamanan hidup Anda setelahnya.
Kurangnya Rasa Apresiasi
Mengapresiasi orang lain juga menjadi hal penting. Ketika Anda memberikan apresiasi yang tulus, Anda mendorong keluar rasa iri dan dengki. Ini akan menghempaskan perasaan negatif sehingga Anda memicu perilaku positif.
Dengan begitu, Anda bisa mengurangi keinginan membandingkan orang tersebut dengan diri Anda. Setiap orang mendapatkan hasil yang baik karena usaha yang keras. Apresiasi tidak menjatuhkan Anda, jadi jangan ragu untuk melakukannya.
Keinginan untuk Pamer
Pamer adalah salah satu hal yang Anda lakukan ketika bersaing untuk "tampilan". Dari memamerkan pakaian bermerek, mengendarai mobil mewah, mengunggah cerita romantis, dan bersantap di restoran fine dining. Dengan harapan, orang lain membuat penilaian positif mereka sendiri setiap hari.
Sebenarnya, mengunggah kehidupan sehari-hari ke media sosial itu baik-baik saja. Tetapi Anda perlu tahu bahwa berlebihan itu tidak baik. Kebiasaan membandingkan diri bisa timbul karena keinginan pamer ini. Tak jarang kegiatan ini memicu perilaku buruk seperti “panjat sosial” dan tak mau kalah.
Lalu mengapakah seseorang jadi lebih mudah membanding-bandingkan diri di dunia yang serba cepat ini? Temukan jawabannya dalam video microlearning diatas, ya. Pelajari juga kursus online gratis dan kursus online berbayar biaya terjangkau lainnya seputar pengembangan diri dan motivasi di aplikasi siap kerja QuBisa:
Farhanah Fitria Mustari
Founder & Managing Director of Yayasan Teman Saling Berbagi
0Komentar