Tips Menulis untuk Self Healing Atasi Stres Kerja

Stress Management | 26 Jan 3 menit membaca
Monica Anggen Monica Anggen
Selengkapnya Sembunyikan
Tips Menulis untuk Self Healing Atasi Stres Kerja

Setiap orang pasti pernah merasakan sedih, marah, kecewa, dan perasaan lainnya, yang memberikan luka pada batin. Terkadang, sulit meluapkan perasaan tersebut dan berakhir hanya memendamnya saja. Sakit hati yang disimpan terlalu lama bisa semakin membesar dan bisa berujung trauma.

Banyak hal yang menyebabkan lelah secara emosional, seperti kegagalan dalam hidup, ditinggal oleh orang tersayang, kecemasan terhadap hal yang belum terjadi, bahkan stress kerja juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Emosi negatif yang menumpuk ini bisa menjadi bom waktu yang kemudian akan merugikan diri sendiri. Oleh itu, perlu adanya self healing untuk menutup luka-luka batin itu.

Self healing adalah proses penyembuhan luka batin yang disebabkan perasaan yang lelah atau trauma. Self healing diperlukan untuk memahami diri sendiri, menyembuhkan rasa sakit, dan menemukan kembali kebahagiaan yang diinginkan.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk self healing, menulis adalah salah satunya. Dengan menulis, Anda bisa meluapkan apapun yang Anda rasakan dalam tulisan, terutama saat Anda tidak mampu menceritakannya kepada orang lain.

Menurut Julia B. Cameron, seorang penulis novel multitalenta asal Amerika Serikat, menulis adalah obat, penangkal luka, serta cara yang tepat untuk menghadapi setiap masa sulit. Mugerwa dan Holden dalam British Journal of General Practice menyebutkan bahwa expressive writing atau menulis ekspresif berpotensi menyembuhkan fisik dan mental.

Dalam penelitiannya, peserta diberikan waktu 20 menit untuk menuliskan pengalaman dan perasaan paling traumatik dalam hidup. Hasil penelitian ini menemukan bahwa responden yang mengikuti terapi menjadi lebih sehat secara fisik, sistem imunitas tubuh lebih kuat, dan jarang izin sakit untuk tidak mengikuti sesi lanjutan.

Bisakah Menulis Atasi Stress Kerja?

Sebanyak 75% penduduk Indonesia mengalami stres, dan pekerjaan menjadi pemicu utama. Ada beberapa cara mengatasi stres yang bisa dilakukan, termasuk menulis. Menulis setelah seharian bekerja merupakan cara mengatasi stress paling efektif dan banyak sekali manfaatnya.

Salah satu manfaat menulis untuk management stress, Anda jadi bisa memahami diri sendiri. Menulis mampu menyalurkan, memproses dan melepaskan emosi negatif. Saat menuliskan perasaan Anda pada secarik kertas, Anda akan lebih mengenal diri sendiri serta apa yang Anda inginkan. Selanjutnya, akan menjadi lebih mudah bagi Anda untuk melakukan self healing.

Selain itu, menulis dapat memberi jawaban atas apa yang Anda butuhkan. Karena, Anda cenderung mengungkapkan perasaan secara jujur, sekaligus menggali ke dalam diri sendiri, apa sebenarnya yang Anda butuhkan dari pekerjaan Anda.

Misalnya, Anda stres di tempat kerja karena merasa tidak diberi kesempatan untuk berkembang. Di saat yang sama, Anda segan mengatakan hal ini kepada atasan. Untuk mencari solusi atas perasaan Anda tersebut, Anda pun menuliskannya di buku, kertas, atau diketik di laptop. Setelah menuliskan isi hati dan pikiran sejujur-jujurnya, Anda akhirnya menemukan fakta bahwa yang Anda butuhkan sebenarnya bukan karir yang berkembang, melainkan uang untuk makan.

Menulis untuk self healing juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan mental yang sangat dibutuhkan demi peningkatan performa kerja yang maksimal. Anda akan menikmati pekerjaan setiap hari serta lebih mampu menghadapi masalah dengan hati dan pikiran tenang. Jadi, jika Anda sedang stres karena pekerjaan, mulailah menulis untuk proses penyembuhan diri Anda.

Tips Menulis untuk Self-Healing

Lantas, apa saja tips yang bisa dilakukan agar menulis terasa gampang dan perasaan negatif tersalurkan? Simak beberapa tips berikut ini.

Mulailah Menulis Apa Saja

Menulis bebas adalah metode self healing yang paling mudah dilakukan karena Anda tidak perlu memperhatikan kaidah kebahasaan dan penulisan. Anda bisa meletakkan tanda baca di mana saja, menggantungkan kalimat dan paragraf, membuat kalimat tidak efektif, bahkan Anda tidak perlu memperhatikan korelasi dan kohesi antar paragraf.

Saat Anda sedang di kantor, Anda bisa meluangkan waktu sebentar untuk mengambil pulpen dan selembar kertas, kemudian tulislah perasaan Anda sejujur-jujurnya. Simpanlah tulisan Anda tersebut baik-baik agar tidak dibaca oleh siapa pun jika memang sifatnya rahasia.  

Menulis Puisi

Bagi sebagian orang, menulis puisi justru bisa dilakukan saat suasana hati sedang buruk. Hati yang sedih, kecewa, atau marah mampu mendramatisir keadaan hingga lahirlah sebuah puisi dari hati yang terdalam. Saat menulis puisi untuk self healing, Anda tidak perlu memikirkan, apakah orang lain memahami isinya atau tidak. Hal terpenting, Anda menuangkan uneg-uneg Anda di dalamnya dan Anda sendiri yang paham apa maksudnya.

Anda bisa menggunakan bahasa kiasan, peribahasa, maupun majas hiperbola dalam meluapkan perasaan. Contoh, Anda merasa sangat lelah dengan beban pekerjaan. Maka, tulislah puisi untuk diri sendiri yang menggambarkan betapa hebatnya diri Anda bisa bertahan hingga sekarang, dan mampu menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan.

Menulis Kata Semangat

Tanpa Anda sadari, Anda sebenarnya sudah sering mengelola stress dan melakukan self healing menggunakan kata-kata motivasi. Coba perhatikan kembali, berapa banyak Anda menulis kata-kata motivasi di status WhatsApp atau membagikan quotes di story maupun feed Instagram.

Sesekali, cobalah menuliskannya pada sticky note warna-warni, kemudian menempelnya di samping layar komputer atau meja kerja sebagai pengingat jika sewaktu-waktu Anda merasa stres lagi. Menulis kata semangat dan membacanya berulang-ulang juga bisa disebut sebagai afirmasi diri.

Menulis Jurnal

Jurnal, atau sering disebut buku harian, adalah cara efektif untuk menghapus lelah setelah bekerja. Usahakan setiap bangun pagi atau sebelum tidur, isilah buku jurnal Anda dengan hal-hal yang Anda rasakan. Anda juga bisa menulis sederet pekerjaan yang harus diselesaikan keesokan hari, dimulai dengan hal yang paling penting hingga hal-hal kecil.

Jika Anda sudah terbiasa menulis untuk self healing, kemudian Anda ingin bisa menulis buku sehingga bisa berbagi pengalaman dan berbagi pikiran, cobalah cari tips menulis buku dan alasan kenapa Anda harus menulis buku. Selamat menulis dan teruslah berbahagia

Artikel Terkait

Ke Atas