Unduh Aplikasi QuBisa
Tantangan Generasi Milenial dalam Dunia Kerja
Career Development

Tantangan Generasi Milenial dalam Dunia Kerja

Gilang Maulani24 Jan 235 menit membaca

Topik mengenai generasi milenial selalu hangat untuk dibahas, baik tentang kontribusi, karakter, dan kesiapan mereka, serta tantangan generasi milenial dalam dunia kerja. Saat ini, generasi millenial dan generasi Z digadang-gadang akan siap menggeser generasi X dan generasi sebelumnya dalam dunia kerja.

Generasi Milenial dan Dunia Kerja

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), mengungkapkan bahwa saat ini di Indonesia tercatat 48 juta jiwa atau setara 53% pekerja berasal dari generasi milenial, dan 25 juta di antaranya sudah berstatus sebagai karyawan tetap.

Karena dominasi dalam dunia kerja dan didukung dengan usia yang masih sangat produktif, generasi ini akan mampu mengambil alih hampir setiap sektor dan menggantikan generasi pendahulunya. Metamorfosis manusia milenial pada akhirnya terjadi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Generasi milenial lahir di tengah kemajuan teknologi yang pesat dan dibebankan harapan tinggi untuk mendapatkan kehidupan dan karir yang baik. Hal ini menyebabkan munculnya stereotip umum bagi generasi dengan tahun kelahiran 1981-1994, seperti anggapan bahwa generasi milenial adalah generasi yang tidak sabaran, sulit bekerja dalam jangka waktu yang lama di perusahaan, egois, dan berpandangan sempit.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa ini bukan stereotip, melainkan sebuah fakta. Dilansir dari Career Advice Studi Ilmu, ada penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, menemukan fakta generasi milenial merupakan generasi yang self-centered dan ingin menjadi pusat perhatian. Oleh sebab itu, generasi milenial juga disebut sebagai generasi yang memiliki tingkat narsisme tinggi.

Tantangan Generasi Milenial dalam Dunia Kerja

Namun, hal ini tidak perlu diperdebatkan. Generasi milenial justru menjadi peluang yang bisa dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang inovatif, kreatif, cerdas, dan mampu bersaing hingga kancah internasional. Bahkan survei lainnya mengatakan, generasi ini berorientasi pada hasil akhir pekerjaan, sehingga mereka akan memberikan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang bisa dibanggakan.

Dari sini bisa dilihat, tantangan generasi milenial memang berbeda dengan generasi sebelumnya. Hal ini disesuaikan dengan zaman dan karakteristik generasi milenial yang dibentuk di tengah maraknya digitalisasi yang serba memudahkan. Lantas, apa saja tantangan yang dihadapi generasi milenial dalam dunia kerja?

Tantangan yang Dihadapi Generasi Milenial dalam Dunia Profesionalisme

Kemajuan Teknologi

Generasi milenial sering menganggap teknologi adalah tantangan di dunia kerja. Hal ini disebabkan adanya benturan budaya kerja dengan gen X dan baby boomers yang tidak terlalu menguasai teknologi. Akibatnya, muncul rasa frustrasi dan susah membangun kerja sama tim yang baik.

Bukan hanya itu, perusahaan pun cenderung tidak melakukan upgrade perangkat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal ini tentu saja, menghambat kinerja mereka yang ingin serba cepat. Pengajuan penambahan perangkat biasanya harus melalui birokrasi yang menghabiskan waktu lama. Padahal, milenial punya karakter yang tidak suka menunggu karena mereka fokus pada hasil pencapaian dan terobsesi dengan efisiensi waktu.

Oleh sebab itu, milenial harus mampu menghadapi perbedaan kemampuan dengan rekan kerja dari generasi yang lain dan mampu mencari alternatif lain apabila perusahaan tidak dapat menyediakan fasilitas yang memadai.

Penyesuaian Pola Pikir

Milenial sering menerima penilaian positif dari orang tua maupun masyarakat sekitar yang membentuk sebuah pola pikir pada diri mereka sendiri bahwa mereka ‘istimewa.’ Hal ini bisa dibuktikan dengan tingginya intensitas interaksi milenial di media sosial, seperti Facebook dan Instagram, yang menampilkan aspek-aspek terbaik dari diri mereka.

Ternyata pola pikir seperti ini justru menjadi bumerang bagi mereka dan mengubah mereka menjadi generasi dengan tingkat depresi dan bunuh diri lebih tinggi dari generasi lainnya. Pola pikir yang lincah sangat dibutuhkan oleh para milenial karena dapat berdampak pada performa kerja di dunia profesionalitas, di mana mereka akan berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan hasil yang bisa diapresiasi. 

Jika mereka mendapatkan hasil sebaliknya, generasi ini justru akan lebih cepat terpuruk dan menyerah. Oleh sebab itu, milenial harus mampu menyesuaikan pola pikir mereka dengan iklim dan kondisi di tempat kerja. Ini menjadi salah satu tantangan yang terkait dengan aktualisasi diri para milenial.

tantangan generasi milenial

Berorientasi pada Gaji dan Dampak

Generasi milenial sangat bersemangat untuk memberikan pengaruh bagi perusahaan yang mempekerjakannya. Permasalahannya, dampak yang besar tidak bisa diciptakan dengan instan atau hitungan hari. Butuh waktu bertahun-tahun dan komitmen yang tinggi dari para milenial untuk mencapai posisi ini.

Selain itu, sebagian besar milenial sangat memperhitungkan besaran gaji yang mereka dapatkan dan menganggap gaji besar yang sesuai dengan harapan mereka merupakan cerminan dari kesuksesan.

Di saat yang sama, perusahaan tetap mempunyai kebijakan sendiri tentang nominal gaji dan bonus yang diberikan kepada karyawan menurut posisi dan keahlian masing-masing. Survei yang dilakukan Mining Review Africa mengatakan bahwa 96% karyawan dari kalangan milenial menganggap upah dan bonus adalah hal yang paling penting, dan 25% di antaranya akan memilih berhenti dari pekerjaan jika gaji yang diterima tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. 

Untuk itu, milenial diharapkan dapat mengukur kapasitas mereka sebelum menuntut pembayaran yang tinggi. Hal ini tentu harus selaras dengan kinerja positif yang diberikan kepada perusahaan. Milenial juga harus siap untuk dihadapkan dengan keadaan ekonomi yang tidak menentu sehingga bisa saja berdampak pada penurunan penghasilan mereka. Sebagai pengetahuan, bisa pula mencari tahu mengenai Apakah Gaji yang Layak & Promosi Merupakan Indikator dari Kepuasaan dalam Bekerja?

Generasi milenial harus siap menghadapi tantangan di dunia kerja karena mereka akan berperan penting untuk memegang kendali menggantikan generasi pendahulunya di masa yang akan datang. Milenial harus mampu menaklukkan tantangan, seperti kemajuan teknologi, penyesuaian pola pikir, dan penyelarasan harapan dan kinerja yang diberikan.

No Image

0Comments

no profile

Artikel Untuk Kamu

Lihat Semua

Saran Untuk Kamu

Lihat Semua