Mengenal Six Thinking Hats

Creativity | 18 Mar 3 menit membaca
Punto Wicaksono Punto Wicaksono
Mengenal Six Thinking Hats

Untuk berpikir kritis dan kreatif, seorang pemimpin dapat menggunakan berbagai macam teknik, salah satunya adalah teknik mengambil keputusan dengan melihat sebuah permasalahan dari berbagai perspektif atau disebut juga Six Thinking Hats.

Six Thinking Hats atau enam topi berpikir dipopulerkan oleh Dr. Edward de Bono pada tahun 1986. Topi berpikir ini berfungsi untuk merencanakan proses berpikir secara rinci, kohesif, dan efektif. Biasanya, cara berpikir menggunakan topi berpikir sangat berguna dalam proses memecahkan masalah, atau ketika Anda sedang bertukar pendapat dengan tim untuk mengeksplorasi persoalan secara menyeluruh. 

6 Topi Berpikir dan Kegunaannya

Berangkat dari cara kerja otak manusia yang dapat ditantang untuk berpikir secara terstruktur, Dr. Edward de Bono kemudian mengidentifikasi bahwa ada enam aspek yang dapat dikembangkan dari otak manusia untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dalam sebuah tim, setiap personil diharuskan berpikir dan menyampaikan pendapat menggunakan teknik 6 topi berpikir agar menghasilkan sesuatu yang besar dan mampu mencapai kesuksesan bersama.

Perlu Anda ketahui, setiap topi berpikir tidak didasari oleh kealamian, seperti insting, sehingga setiap topi hanya bisa digunakan secara terbatas berdasarkan peranannya masing-masing. Enam topi berpikir direpresentasikan dengan 6 jenis warna, yaitu warna putih, merah, hitam, kuning, biru dan hijau. Berikut penjabaran tentang fungsi masing-masing topi berpikir berdasarkan warna:

Topi Putih

Pemikiran analitis, obyektif, dan menekankan pada fakta dan kelayakan. 

Warna putih identik dengan kemurnian. Oleh sebab itu, menggunakan topi putih lebih menonjolkan pemikiran analitis yang dihasilkan dari pengamatan fenomena yang terjadi di sekitar. Hasilnya harus disimpulkan secara objektif, tanpa dipengaruhi pemikiran yang bersifat subyektif atau berdasarkan emosi.

Topi Merah

Pemikiran emosional, subjektif, berdasarkan persepsi, dan opini.

Warna merah merepresentasikan amarah dan emosi. Sehingga, topi merah dikaitkan dengan cara berpikir dengan kondisi emosi yang mendominasi.

Topi Hitam

Pemikiran yang kritis, skeptis, fokus pada risiko.

Warna hitam identik dengan kesuraman dan pesimisme. Cara berpikir menggunakan topi hitam, dengan cara mengidentifikasi masalah dan tidak menerima kenyataan, tanpa bukti yang meyakinkan, atau disebut juga dengan skeptis.

Topi Kuning

Pemikiran yang optimis, spekulatif, mengharapkan yang terbaik. 

Kuning adalah warna yang cerah. Maka, topi kuning menggambarkan sikap percaya diri dan memiliki pandangan yang positif terhadap suatu permasalahan. Dengan kata lain, penggunaan topi kuning bisa pula diartikan, selalu mengharapkan hasil yang terbaik.

Topi Biru

Pemikiran terstruktur, gambaran menyeluruh, ekspektasi tinggi.

Biru adalah warna langit, dan langit berada di posisi yang tinggi. Berpikir menggunakan topi biru berarti melihat suatu permasalahan dengan gambaran besar dan selalu mengambil keputusan dengan memandang jauh ke depan.

Topi Hijau

Pemikiran kreatif, asosiatif, ide-ide baru yang cemerlang

Hijau adalah warna alam dan alam memiliki keunikan dan keragaman tersendiri. Berpikir menggunakan topi hijau, berarti dapat menghasilkan inovasi-inovasi, berpikir di luar kebiasaan yang ada tanpa memikirkan standar yang sudah ditetapkan. 

Manfaat berpikir kritis sangat besar sehingga sering kali dikaitkan dengan kesuksesan sebuah kepemimpinan. Hal ini bisa diamati dari cara Anda mengidentifikasi masalah, serta bagaimana cara Anda menanggapi masalah tersebut, dan mengambil keputusan untuk menyelesaikannya. Berpikir kritis juga dapat dikembangkan dengan cara mengaplikasikan 6 topi berpikir yang akan memberi dampak besar pada pengembangan berpikir kritis Anda. 

Artikel Terkait

Tips Berpikir Lebih Kreatif

Ada beberapa cara meningkatkan kreativitas berpikir yang dapat membantu menemukan ide-ide inovatif, termasuk mencari cara tercepat menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang optimal.

Creativity | 26 Jan 3 menit membaca
Monica Anggen Monica Anggen

Mahir dan Cerdas Saat Presentasi

Presentasi bukanlah sekadar membuka satu slide ke slide lainnya, maka dari itu Anda harus mahir dan cerdas saat presentasi

Creativity | 22 Jan 3 menit membaca
Gilang Maulani Gilang Maulani

Artikel Populer


Topik Artikel

Ke Atas