Seorang Coach Harus Netral
1.8k melihat · 15 Agustus 2022
Seorang Coach Harus Netral
Ringkasan
Dalam proses self reflection yang dilakukan setiap individu, adakalanya kita membutuhkan bantuan seorang coach yang bersifat netral melalui tanya jawab yang disebut coaching. Coaching adalah proses membantu pencapaian tujuan yang diinginkan. Tugas coach adalah mendengarkan coachee-nya, kemudian membantu menyatukan pikiran dan perasaan si coachee.
Setelah menceritakan masalah, biasanya coachee akan merasa lebih ringan karena ada yang memberi solusi dari sudut pandang dan perspektif lain. Setelah jelas strukturnya, coachee bisa memilih apa yang akan dilakukan nantinya. Selain dengan bantuan coach, Sobat QuBisa juga bisa bercerita kepada keluarga atau teman yang tepercaya. Namun, Anda harus memperhatikan kriteria orang yang diajak bicara. Carilah teman yang netral, tidak berasumsi, dan tidak melakukan judgement.
Satu lagi yang menghambat tumbuh dan berkembangnya individu, terutama perkembangan karier adalah masalah bersyukur. Bersyukur adalah berterima kasih atas nikmat yang diberikan. Sayangnya, rasa syukur ini kerap digunakan untuk menghambat keinginan belajar. Padahal belajar adalah salah satu bentuk rasa syukur. Jadi, antara bersyukur dan keinginan berkembang memiliki batas yang sangat tipis.
Apabila berhenti belajar, artinya Anda justru tidak bersyukur karena diberi potensi, tetapi tidak memanfaatkan. Pikirkan, apakah Sobat QuBisa sudah memberikan dampak kepada banyak orang sebagai salah satu wujud rasa syukur? Selain microlearning ini, Sobat QuBisa dapat menyimak video pembelajaran lainnya melalui platform belajar online QuBisa, antara lain:
Lively Academy
Personal Developmet & Coaching, Public Class Training
0Komentar