Mengapa Perilaku Body Shaming Seringkali Tidak Disadari oleh Pelaku atau Korban? (2/2)
3.5k melihat · 31 Desember 2021
Mengapa Perilaku Body Shaming Seringkali Tidak Disadari oleh Pelaku atau Korban? (2/2)
Ringkasan
Body shaming adalah salah satu bentuk bullying yang paling banyak terjadi di tengah masyarakat, bahkan saking seringnya terjadi. Body shaming atau penghinaan terhadap bentuk tubuh sudah dianggap sebagai lelucon atau candaan biasa. Namun meski dikemas dalam bentuk apa pun, penghinaan dan perundungan tetap saja tidak bisa dibenarkan.
Body shaming tidak bisa dibenarkan walau apa pun yang terjadi, apalagi jika dilakukan di muka umum dan dilakukan oleh orang terdekat. Rasa sakit dan sedihnya bisa bertambah berkali lipat, bahkan bisa terkenang sampai belasan tahun ke depan. Dampak buruk body shaming bisa membuat seseorang jadi kehilangan rasa percaya diri, kehilangan rasa percaya pada orang lain, juga bisa membuatnya tidak ingin membuka diri untuk orang lain.
Faktor yang Mendorong Terjadinya Body Shaming
Perilaku body shaming terkadang tidak disadari oleh pelaku atau pun korbannya. Karena umumnya bermula dari komentar basa-basi ketika seseorang bertemu pada suatu forum. Yang mana kental akan adanya kompetisi untuk terlihat lebih baik dan lebih unggul dari yang lainnya. Ditambah lagi, banyak orang yang kesulitan berkomunikasi dan akhirnya jadi dianggap candaan.
Mari mengenal lebih jauh, empat faktor yang menyebabkan body shaming.
Kultur Patron Klien
Yang dimaksudkan dengan hal ini adalah orang yang posisinya di atas, atau lebih tinggi dari kita maka memiliki privilege untuk melakukan apa pun. Sekalipun hal yang mereka lakukan itu adalah sesuatu yang bisa menyakiti orang lain. Misalnya saja orang-orang populer yang cantik dan ganteng merasa memiliki keleluasaan untuk menghina orang-orang yang kurang fisiknya.
Tidak jarang mereka juga menyuruh-nyuruh korban layaknya budak. Biasanya orang yang disuruh-suruh juga tidak berani melawan dan malah menerima saja. Akhirnya budaya bullying dan body shaming pun terus berlangsung, dan makin bertambah banyak apalagi dengan mudahnya mengakses media sosial.
Mereka bisa menemukan bentuk fisik dan penampilan berbagai macam bentuknya di dunia ini, dan dengan mudahnya mengetik komentar, yang baik atau yang buruk dan bisa membuat jejak digital yang sangat lama, bisa kembali menyakitkan hati walaupun telah dilalui belasan tahun lamanya.
Patriarki
Bukan sesuatu yang aneh lagi ketika perempuan digunakan menjadi lelucon tubuh oleh para lelaki, dan objek body shaming dari perempuan ada banyak, mulai dari warna kulit, bentuk tubuh, besaran dada dan bokong, bentuk bibir, bahkan semua detail yang ada di tubuh seorang wanita.
Perempuan akan dikata-katai gendut, hitam, kurus kayak kurang gizi, kurang semok dan masih banyak lagi. Jarang lelaki mengalami body shaming, sebab yang paling banyak dihina adalah perempuan, bahkan jika dirinya adalah ratu sekali pun bisa mengalami body shaming.
Kurangnya Pengetahuan
Karena dianggap sebagai hal yang wajar, maka banyak orang yang mengira jika body shaming bukan sebuah bentuk bullying dan masih sering melakukannya di depan orang lain. Padahal body shaming adalah sebuah perilaku yang sangat buruk dan bisa menghancurkan mental seseorang.
Post Colonial
Sekalipun Indonesia memiliki kulit cokelat sawo matang yang cantik, tetapi orang Indonesia selalu melihat yang kebarat-baratan sebagai sesuatu yang sempurna. Kulit putih, langsing, hidung mancung dan tubuh tinggi adalah patokan kecantikan. Sementara yang kulitnya gelap, pendek, agak gempal dan pesek dinilai tidak cantik. Apalagi iklan-iklan juga seolah membentuk wanita Indonesia harus putih dan mancung jika ingin disebut cantik.
Itulah dia beberapa faktor yang menyebabkan body shaming. Dari keempatnya bisa menunjukkan jika body shaming terjadi karena keterbatasan berpikir manusia, atau dia yang membatasi pikirannya sendiri. Jangan jadi masyarakat sosial yang close minded, cobalah untuk membuka diri supaya bisa menerima lebih banyak perbedaan, karena semua perbedaan itu indah.
Anda juga bisa mempelajari materi lain yang berkaitan dengan Motivasi & Psikologi melalui microlearning yang tersedia di aplikasi belajar online QuBisa sebagai berikut:
Gita Ayu Puspita, M.Psi, Psikolog
Psikolog & Founder Akusara Psychology Consultant
0Komentar