Mencapai Target dalam Bentuk Angka
1.5k melihat · 2 Agustus 2022
Mencapai Target dalam Bentuk Angka
Ringkasan
Kehidupan kita tidak pernah lepas dari angka. Sejak masuk TK, SD, dan seterusnya sampai kuliah S1, S2, S3 dan masuk ke dunia kerja, semuanya selalu bersinggungan dengan angka. Di dalam Al-Qur'an pun banyak disebutkan tentang angka. Namun, pertanyaannya, angka apa yang harus kita kejar sebenarnya? Bukankah kita lebih sering terjebak membandingkan segala sesuatu dan mengukur tingkat kesuksesan hanya dari angka? Padahal kunci kesuksesan adalah perjuangan.
Untuk kaum jomlo, angka yang ditakutkan adalah tentang usia. Makin memasuki usia dewasa, makin kerap ditodong dengan pertanyaan kapan menikah?"Kondisi ini bukan hanya dihadapi kaum jomlo. Bayi dan anak-anak pun sering dijadikan bahan perbandingan melalui angka. Contohnya, memasuki usia 1 tahun, mulai muncul pertanyaan dan perbandingan antara anak yang satu dengan yang lain mengenai kemampuan berdiri, berjalan, makan, dan sebagainya.
Hal ini memang tidak dapat dihindari karena alat ukur yang digunakan dalam kehidupan adalah angka. Berapa persen, ranking serta nilainya berapa, dan banyak lagi. Yang menjadi masalah, jangan sampai kebahagiaan hidup hanya tergantung dari angka, sehingga kita menargetkan kepada diri sendiri dan anak kita tentang angka yang harus dicapai, seperti, harus ranking satu, harus punya nilai sekian, dan sebagainya.
Sayangnya, apabila tidak tercapai, target tersebut justru dapat menimbulkan stres dan tekanan berlebihan. Wah, jangan sampai kita seperti itu, ya, Sobat QuBisa! Yuk, perbaiki terus mindset kita dengan memahami apa makna angka. Simak pula video pembelajaran lainnya di platform e-learning QuBisa, seperti:
Dr. Abdul Latief
Praktisi - Akademisi - Penulis - Pembicara Publik
0Komentar