Harapan yang Tak Sesuai Realitas Bisa Munculkan Stres
2.9k melihat · 27 Mei 2022
Harapan yang Tak Sesuai Realitas Bisa Munculkan Stres
Ringkasan
Setiap orang pasti memiliki harapan dalam hidupnya. Namun terkadang harapan yang ada tak sesuai dengan realita. Tak ayal, hal itu sering kali membuat emosi terbelenggu. Kenapa emosi bisa membelenggu diri kita? Penyebabnya karena perasaan lebih dominan daripada logika.
Awal mula perasaan itu ada lantaran kita tidak bisa menerima harapan yang tidak sesuai realita dalam diri. Akibatnya muncul rasa tidak aman, tidak yakin, tidak pantas, hingga tidak layak. Semua perasaan itu menjadi lebih kuat daripada pikiran serta menimbulkan reaksi dan respons bermacam-macam. Bisa dalam bentuk perilaku yang negatif, atau sebaliknya bentuk perilaku yang positif. Hanya saja perilaku yang keluar biasanya cenderung mengarah negatif.
Tak jarang kita akhirnya mencari kambing hitam dengan melakukan blaming. Kambing hitam artinya seseorang atau sesuatu untuk disalahkan. Sementara blame artinya menyalahkan diri sendiri. Lalu muncul juga perasaan insecure, mood swing, senggol bacok, baperan, dan lain-lain. Itu contoh emosi yang lebih mendominasi daripada logika berpikir.
Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar lainnya selain kebutuhan fisik, yaitu kebutuhan akan rasa aman. Karena sadar dan tahu akan hal itu, secara tidak langsung ketika kita menghadapi sebuah masalah yang dirasa kurang nyaman dan aman, maka sering kali reaksi kita adalah memasang topeng dan denial. Denial adalah penyangkalan akan sebuah pernyataan atau dugaan.
Lalu, bagaimana cara mengelola emosi dengan baik? Sobat QuBisa bisa mempelajari hal itu lewat microlearning dan kursus online gratis di aplikasi siap kerja QuBisa berikut:
Vina Aliwarga
Counselor Behavior Specialist
0Komentar