Alasan Mengapa Orang Bersuara Pelan ke Atasan
6.0k melihat · 7 Januari 2022
Alasan Mengapa Orang Bersuara Pelan ke Atasan
Ringkasan
Sadarkah Anda, ketika sedang berbicara dengan atasan atau orang yang Anda segani, tiba-tiba nada suara Anda menjadi lebih pelan? Hal ini terjadi disebabkan oleh mindset Anda yang sudah terlebih dulu mengalami rasa takut, seperti takut salah. Bisa juga pengaruh dari kebiasaan saat sekolah, di mana siswa harus diam saat gurunya menjelaskan.
Untuk alasan lainnya mengapa orang bersuara pelan ke atasan bisa sobat QuBisa simak dalam microlearning kali ini.
Penjelasan Ilmiah Kenapa Ada yang Bicaranya Pelan dan Ada yang Lantang
Tak hanya faktor psikologis atau mindset, faktanya ada juga orang yang memang pembawaan suaranya sangat pelan, bahkan kadang nyaris tidak terdengar. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?
Menurut Dr Amee Shah, Direktur Speech Acoustics and Perception Laboratory di Cleveland State University, berdasarkan penelitian di tahun 2012, ada 4 faktor yang membedakan volume suara seseorang. Mulai dari komponen biologis, komponen patologis, kepribadian yang dimiliki, serta kebudayaan.
Faktor Biologis
Secara biologis atau alamiah, setiap manusia terlahir dengan ukuran laring serta kedalaman pita suara yang unik, berbeda-beda. Selain itu, beberapa orang pun ada yang memiliki ukuran paru-paru lebih kecil, sehingga hal ini membuat individu tersebut tidak bisa menghasilkan aliran udara yang cukup untuk menciptakan volume suara keras.
Faktor Patologis
Secara patologis atau keadaan yang tidak normal diakibatkan oleh suatu penyakit, tinggi rendahnya volume suara seseorang bisa diakibatkan oleh adanya perubahan dalam tingkat jaringan atau getaran pita suara.
Contohnya saja pada sebagian orang yang memiliki kebiasaan merokok sepanjang hidupnya. Tipe individu ini memiliki bodul atau polip di pita suara, sehingga umumnya mengakibatkan suara menjadi pelan karena pita suaranya tidak bisa bergetar cepat.
Faktor Kepribadian atau Psikologi
Faktor kepribadian atau kondisi psikologi seseorang juga berperan dalam menentukan rendah atau tingginya volume mereka ketika berbicara. Umumnya, beberapa orang yang memiliki kepribadian pemalu, senang menarik diri atau menyendiri, dan merasa tidak nyaman dengan situasi sosial di sekitarnya, akan memiliki volume suara yang kecil.
Begitu juga dengan tipe orang yang tak suka berbicara banyak atau pendiam. Ini akan berbeda dengan individu berkepribadian penuh percaya diri, senang bergaul atau pemberani yang cenderung mempunyai volume suara yang keras atau berbicara lantang.
Faktor Kebudayaan
Adat budaya tertentu bisa membuat seseorang terbiasa dengan suara keras atau seperti orang yang emosi dan berteriak, tapi ada pula budaya yang sebaliknya, melarang orang berbicara lantang.
Contohnya saja dengan banyaknya suku dan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. Anda pasti sudah paham betul suku mana yang terkenal dengan intonasi suara atau volume suara lantang saat berbicara apa pun kondisi dan situasinya, serta suku mana yang cenderung bersuara lemah lembut dan pelan.
Selain 4 faktor di atas, sebenarnya orang yang terbiasa berbicara keras atau lantang biasanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, bukan dari faktor genetik. Jadi, saat anggota keluarga terbiasa berbicara dengan volume keras, maka individu tersebut akan mengikutinya.
Bagaimana dengan orang yang bersuara pelan atau volume nada berbicaranya pelan? Apakah bisa diubah? Tentu saja bisa. Anda yang memiliki suara pelan meskipun tidak sedang merasa takut atau berhadapan dengan orang yang memiliki power, Anda bisa melatih diri Anda untuk berbicara keras.
Caranya? Anda bisa belajar untuk mengontrol pernapasan agar lebih efisien. Kemudian menghirup napas lebih dalam dan selalu menjaga tubuh agar tetap terhidrasi.
Anda juga bisa melatih dan mengembangkan Personal Development untuk upskilling dan reskilling melalui aplikasi belajar online QuBisa, seperti berikut ini:
Patricia Widjaja
Instruktur
0Komentar