Alasan Banyak Orang Mengalami Kekurangan Uang
6.0k melihat · 27 Desember 2021
Alasan Banyak Orang Mengalami Kekurangan Uang
Ringkasan
Fakta yang ada di masyarakat saat ini, jumlah orang yang kekurangan uang jauh lebih banyak dibandingkan orang yang kelebihan uang. Pertanyaannya, kok bisa? Kenapa banyak orang yang mengalami kekurangan uang?
Jawaban atas pertanyaan tersebut, coba dikembalikan ke diri masing-masing. Apakah Anda malas bekerja sehingga penghasilan jadi sedikit? Apakah Anda suka foya-foya, lalu terjerumus dalam utang dengan bunga yang terus berbunga? Apakah Anda selingkuh dari pasangan sehingga uang yang seharusnya cukup untuk keluarga, jadi terpaksa dibagi dua? Banyak penyebab yang membuat seseorang bisa mengalami kekurangan uang, dan penyebabnya ini yang harus dicari dulu, kemudian diperbaiki.
Pada video microlearning yang disampaikan oleh Andreas Hartono seorang CFP diatas, Sobat QuBisa dapat menyimak lebih dalam tentang beberapa alasan yang menyebabkan seseorang selalu kekurangan uang. Selanjutnya, pelajari artikel di bawah ini untuk mengubah kondisi keuangan menjadi lebih baik.
Bagaimana Cara Mengubah Kondisi dari Kekurangan Uang jadi Kelebihan Uang?
Logika paling mudah sebenarnya untuk mengubah kondisi dari yang awalnya tak punya uang sehingga jadi punya uang, ya Anda harus usaha, harus bekerja dengan rajin, kalau perlu cari usaha sampingan di luar pekerjaan utama Anda.
Contohnya, jika saat ini Anda adalah seorang karyawan dengan gaji yang kecil, maka cara agar bisa dapat tambahan uang tentu perlu cari pekerjaan tambahan yang menghasilkan uang tanpa mengganggu pekerjaan utama.
Nah, supaya bisa mengubah kondisi keuangan Anda, coba lakukan beberapa langkah berikut ini:
Buat Catatan Keuangan untuk Tahu Uang Masuk dan Uang Keluar
Anda harus tahu terlebih dahulu kondisi keuangan Anda yang sebenarnya. Caranya bisa dengan menyusun daftar pemasukan dan pengeluaran bulanan. Anda dapat mencatat semua pengeluaran, seperti transportasi, bahan makanan, biaya rumah tangga harian, dan lain-lain.
Tujuan dari pencatatan pengeluaran ini untuk mengetahui berapa banyak uang yang Anda keluarkan setiap bulannya. Karena pengeluaran Anda harus lebih rendah dari pendapatan yang diperoleh. Jika pendapatan Anda lebih tinggi dari pengeluaran, bisa dikatakan kondisi keuangan Anda masih sehat dan tidak ada alasan bagi Anda untuk berutang.
Hindari Perilaku Hidup Boros dan Konsumtif
Jika Anda termasuk orang yang boros, maka segera hilangkan kebiasaan ini dengan cara mulai menyusun anggaran atau rencana pengeluaran uang. Setiap awal bulan atau setiap Anda mendapatkan penghasilan, langsung anggarkan setiap dana untuk kebutuhan yang paling penting dulu. Usahakan hal paling pertama yang masuk dalam anggaran adalah sejumlah dana untuk tabungan atau dana darurat. Baru setelahnya mencatat kebutuhan utama apa saja yang perlu dipenuhi segera.
Pada tahap ini, Anda harus dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Jangan sampai Anda menghabiskan banyak uang untuk hal-hal yang tidak penting. Gaya hidup konsumtif akan berdampak besar pada masalah keuangan dan keluarga Anda. Solusinya adalah hindari membeli barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan Anda.
Terapkan Prinsip Perbandingan yang Jumlahnya Anda Tentukan Sendiri Sesuai Kebutuhan
Masalah keuangan yang sering dialami sebenarnya berawal dari ketidakmampuan Anda mengelola dan mengatur uang yang Anda miliki. Maka supaya hidup Anda bisa berubah, dari yang awalnya kekurangan uang menjadi punya kelebihan uang, maka mulailah mengelola dan mengatur keuangan sesegera mungkin.
Anda bisa menentukan rumus perbandingan yang jumlahnya Anda tentukan sendiri sesuai kebutuhan. Contohnya, Anda bisa menggunakan rumus 20-40-40, misalnya. Maka 20% yang pertama langsung disisihkan untuk tabungan, dana darurat atau investasi.
Kemudian 40% dari gaji atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari kebutuhan akan makanan, transportasi, listrik, tagihan internet dan telepon, air, dan sebagainya. Terakhir, 40% yang tersisa harus cukup untuk dana pendidikan, dana pengembangan diri, amal, atau cicilan rumah (jika masih ada cicilan yang jadi kewajiban untuk dibayar setiap bulan).
Prinsipnya, angka perbandingannya harus Anda sendiri yang tentukan dan alokasikan. Jangan lupa, sediakan pula dana untuk hal-hal tak terduga, atau pengeluaran yang terjadi di luar rencana, supaya tidak mengganggu pos-pos pengeluaran lainnya.
Apakah Anda ingin mencapai kemerdekaan finansial? Yuk, pelajari rekomendasi kursus online gratis dan kursus online berbayar biaya terjangkau seputar keuangan pada aplikasi siap kerja QuBisa, di bawah ini:
Andreas Hartono CFP
Certified Financial Planner
0Komentar