Riko Septiantoko
CEO CV Kori Wisata dan Kori Parfum
- Profil
- Ulasan
- Konten
Profil
Riko Septiantoko adalah seorang akademisi sekaligus wirausahawan yang aktif mengembangkan potensi pendidikan dan ekonomi kreatif di Indonesia. Ia merupakan Dosen pada Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam kapasitasnya sebagai pengajar, Riko fokus pada pengembangan kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, dan pendidikan karakter berbasis sosial budaya. Ia dikenal sebagai dosen yang aktif dan inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran IPS dengan pendekatan kontekstual yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Di luar aktivitas akademik, Riko juga menjalankan peran penting sebagai CEO dari dua unit usaha: CV Kori Wisata dan Kori Parfum. CV Kori Wisata bergerak di bidang jasa perjalanan wisata yang mengedepankan nilai edukatif, budaya, dan pengalaman lokal. Dengan memanfaatkan jaringan akademik dan pemahaman sosialnya, Riko berhasil mengembangkan konsep wisata edukatif yang menyasar pelajar, mahasiswa, hingga instansi pemerintahan. Sementara itu, Kori Parfum adalah lini bisnis yang bergerak di industri kreatif berbasis wirausaha UMKM, khususnya di bidang produk wewangian dengan kualitas premium dan harga terjangkau.
Riko juga dikenal aktif di berbagai platform pembelajaran digital. Salah satunya melalui kolaborasinya dengan QuBisa, sebuah platform edukasi berbasis microlearning dan webinar. Dalam platform tersebut, ia turut berbagi pengetahuan seputar pendidikan, sosial, dan pengembangan pribadi berbasis kewirausahaan. Ia menjadi contoh nyata bagaimana seorang akademisi dapat memanfaatkan ruang digital untuk memperluas jangkauan pendidikan ke masyarakat yang lebih luas.
Kombinasi antara dedikasi sebagai dosen dan keberhasilan dalam dunia bisnis menjadikan Riko Septiantoko sebagai sosok inspiratif yang mampu menjembatani dunia akademik dengan dunia industri. Kepiawaiannya dalam memadukan ilmu sosial, pengelolaan usaha, serta semangat pengabdian masyarakat menjadikannya figur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam praktik dan kontribusi nyata terhadap pengembangan masyarakat dan pendidikan di Indonesia.